Selasa, 20 Desember 2011

selembar kertas mimpi unge

welcome to my village, aku ungehuzairoh panggil aja unge, unge  remaja 14 Tahun sekarang masih duduk di bangku smp dan sekarang sudah duduk dikelas 3. aku hanya seorang gadis desa yang bermimpi ingin menjadi seorang penulis terkenal seperti Tante piepie senja. ohya aku tinggal disebuah kampung namanya Kp. Kelawi, kampung kelawi adalah desa yang sangat kecil tapi penuh dengan rasa kekerabatan. kampung kelawi adalah salah satu desa yang ada di kota bengkulu Provinsi bengkulu. KP. Kelawi berbatasan dengan Kp. Bali dan Pasar Bengnkulu. ohya aku memiliki 1 orang adik yang bernama ardi, adikku masih berusia 10 tahun dan sekarang masih duduk dibangku kelas 4 SD. dan disini aku tinggal bersama Mak ( Ibu ) karena sejak 8 Tahun yang lalu Bak ( Ayah ) telah berpulang ke sisi Allah. saya dan adik saya hanyala anak dari buru cuci yang tidak punya harapan banyak kecuali membuat anaknya selalu tertawa dan terkecukupi makannya.

teman, mau tau ga walaupun unge terlahir dari keluarga miskin tapi unge mmiliki segudang prestasi yakni juara satu lomba baca puisi dibulan bahasa, lomba mengaji sekota, juara 1 lomba cerdas cermat antar smp kota dan banyak lagi lainnya. unge bersyukur dengan kehidupan seperti ini unge dianugerahi orang orang yang sangat sayang kepada unge, Mak walau tidak bisa memberikan segala hal yang unge suka tapi mak selalu menyayangi unge dan memberikan doa doanya kepada unge, Bak semasa hidupnya selalu menyuport unge untuk jadi wanita yang tangguh dan tidak pantang menyerah satu hal yang tak pernah unge lupakan dari bak , Bak kata " tak ada yang tak mungkin didunia ini, maka mintalah kepada yang satu (Allah ) inysha Allah dia akan memberikan apa yang unge minta dan berusahalah yang keras unge pasti bisa ", ardi adik unge satu satunya yang selalu bisa menghibur unge ketika unge sedih. langsung aja ceritanya ya!
teman pada suatu malam unge bermimpi mendapatkan selembar kertas yang bertuliskan selamat anda diterima menjadi siswi Sma 70 Jakarta, unge sangat bahagia disaat unge sedang bahagia²nya unge terbangun dari mimpi itu unge sangat berharap kalo mimpi intu akan menjadi kenyataan. amien ya robb :)

Senin, 19 Desember 2011

Dendam cinta sang Adik!

Kring.....Kring....Kring terdengar suara jam berbunyi itu menandakan aku harus membangunkan adiku dan menyuruhnya untuk bergegas mandi agar tidak terlambat berangkat ke sekolah karena hari ini adalah hari yang sangat penting untuknya. hari ini adalah hari kelulusannya.. sebelum aku bercerita banyak perkenalkan namaku Rossa Mandasari aku anak tertua dari 3 bersaudara aku memiliki 1 orang saudara perempuan dan 1 orang saudara lelaki. adikku yg pertama bernama Caca Febrianty dan Aditya Erlangga. aku bangga dengan adik²ku karena mereka adalah sumber kehidupanku setelah aku kehilangan kedua orang tuaku, sejak itu aku menggantikan possi orantuaku. adiku Caca sekarang dia suda semakin tumbuh dewasa dan hari ini dia akan melihat hasil kelulusannya aku berharap dia lulus dengan hasil yang memuaskan dan bisa diterimah Sma / Smk Favorite dikota ini, sedangkan adikku adit dia masih duduk dikelas 4 SD dan aku sendiri Masih kuliah Di universitas ternama dikota ini sembari aku kuliah aku juga bekerja demi menambah bekal hidup untukku dan adik²ku karena uang pensiunan ayah tidak cukup untuk kami bertiga.
"caca.... bangunnnnnnn, katanya hari kelulusan diumumkan jam 9, liat sekarang uda jam berapa?" teriakku dari luar kamar! caca memang rada malas orangnnya karena selama orangtuaku masih ada dia selalu dimanja seakan²dia itu anak bungsu tapi dibalik kemanjaannya dia memiliki sifat ramah.
"ya kak, aku denger ga usa teriak teriak kali!!" sahutnya sambil melebarkan mulutnya....
sambil menunggu caca mandi aku menyiapkan sarapan pagi dan merapikan tempat tidur adit yg masih berserakan serta aku menyiapakan perlengkapan sekolah adit.
"kak, ko kak caca mandinya lama banget ya? adit aja ga nyampe 15 uda kelar! huu bete kalu harus nungguin dia aditkan uda laper kak!" seru adit kepadaku!
"sabar sayang namanya juga caca superlelet dan malas" jawabku.
adit menunggu caca keluar dari kamarnya sambil memegang perutnya, ketika caca keluar dari kamarnya dan uda menggunakan seragam yang lengkap dia langsung mennuju meja makan.
"maaf dit, lama ya nunggu kakak hehehe,,, biasa cewe kalo mandi ga bisa sebentar. ga kaya kamu mandinya asal²an hahaha" sapa caca...
setelah melihat caca uda duduk dimeja makan adit langsung mengambil nasi orang yang telah kusediakan dia makan dengan lahapnya, aku merasa senang karena sepeninggalan orangtua ku adit masih bisa merasakan hangatnya dan lezatnya makanan pagi seperti yang dia rasakan sewaktu mama masih ada....
"pelan pelan dit, rakus amat si kamu" sahut caca.
"ye, adit lapar tau nungguin kak ca mandi lama banget, lagian ini uda jam berapa? bentar lagi adit masuk" jawab adit dengan tergesa gesa.
"sudah sudah kalo makan jangan berisik ntar keselek" aku mencoba mendamaikan mereka.setelah sarapan selesai adit dan caca berangkat sekolah bareng karena sekolah caca dan adit berdekatan dengan mengendarai sebuah sepeda motor caca mengantar adit kesekolah.
"kak pamit dulu ya, assalammualaikum" mereka berpamitan kepadaku,

Kamis, 10 November 2011

New Seven Wonder of this world

Komodo Island is an island located in the Nusa Tenggara Islands. Komodo Island is known as a habitat for native animals dragons. This island is also the Komodo National Park which is managed by the Central Government. Komodo Island in the eastern island of Sumbawa, which are separated by the Sape Strait. Oya, saya juga minta dukungannya ya untuk artikel kontes SEO yang saya ikuti yaitu "TEAK 123 best teak garden furniture manufacturer wholesale in Indonesia"

In 1910 the Dutch named the island in the southern province of East Nusa Tenggara is the nickname of Komodo Island. This story begins with Lieutenant Steyn van Hens Broek who tries to prove statements about the presence of Dutch troops large animal resembling a dragon on the island. Steyn then killed a dragon and bring documentation to the Museum and Botanical Garden in Bogor to be investigated.

After World War I, a scientific expedition designed to conduct research dragons. In 1926, the expedition led by W. Douglas Burden from the American Museum of Natural History with the most modern research tools, doing research for months.

The expedition which involves dozens of people were caught 27 animals dragons. They perform surgical anatomy and identification of species. From this first comprehensive scientific report on the Komodo dragon is made.

Described that the dragons have a large head and strong, has a pair of shining eyes, her skin was hard, thick and wiry. Having kelambir wrinkled skin under her neck.
The shape is similar to a lizard, with four big fat legs and tail are also a big fat long. Has 26 sharp teeth, each measuring 4 cm, has a forked tongue is bright red. If viewed from a distance, the tongue is extended to resemble a fire, because dragons are often stuck out his tongue like a snake.

Komodo also skilled hunters. He relies on the bite and poison the bacteria in his saliva to paralyze prey. He will follow prey that have been hurt for days, until finally died, then he ate it. As a carnivore and scavenger (scavengers), dragons are only found on the island of Komodo, Rinca, Padar, Gili Motang Owadi and Samiin. Komodo dragons are also known as a champion of animal swimming. That's how he was doing exploration on the islands around Flores. Meanwhile, in the mid-20th century, in Australia discovered fossils of ancient creatures that once studied very similar to the dragons. Based on carbon test, the fossil was believed to have originated from the period 60-30 million years ago. This means that dragons once inhabited mainland Australia in prehistoric times.

But researchers are still puzzled by the relationship with the fossil Komodo dragons from Australia. Although the earth's geological history indicates that the former Australia and some islands of Indonesia is one plate, but the Komodo Island is estimated to form about 1 million years ago.
While based on research, prehistoric dragons are extinct at least 30 million years ago, prior to Komodo Island is formed. So why dragons are found only on Komodo Island and its surroundings? Since when did inhabit the island of Komodo dragons? While it is never found traces of rawhide dragons elsewhere (except Australia). This is one mystery that demands further research.

Komodo Island is the NEW 7 Wonders of The World

- Komodo Island

Administratively, this island including the District of Komodo, West Manggarai regency, East Nusa Tenggara Province, Indonesia. Komodo Island is the most western tip of Nusa Tenggara Timur province, bordering the province of West Nusa Tenggara.
On the island of Komodo dragons animals live and breed well. Until August 2009, on this island there are about 1,300 dragons tail. Coupled with other islands, such as Island and Rinca and Gili Motang, their numbers totaled about 2500 tails. There are also approximately 100 individuals dragons in Wae Wuul Nature Reserve on the mainland island of Flores, but not including the Komodo National Park.

Plato's research about education

Plato’s philosophic thought is developed in agreement to his educational view, which is mainly presented in two dialogues: The Republic and The Laws. Having the mental foundation of a perfect State as a goal, Plato proposes, in The Republic, one has to pay careful attention to the formation of the guards, whose social role is to defend the city.

The long educational process involving the formation of the guards, has in its roots two arts fairly valued by the Greeks: music (which also includes poetry) and gymnastics. Talking about musical education, Plato says the epic and tragic poems that mention unworthy acts (e.g. revenge) of a divine nature have to be censured.. As the Athenian philosopher considers that God is essentially good, those poems are false and harmful to the moral formation of the guards. When Plato talks about the education of the body, he says one has to take Spartan military gymnastics as a model, because it is based on physical exercises and prescribes a severe control over all pleasures. Therefore, according to Plato, all meals should be collective and frugal, in order to repress the excesses caused by gluttony.

Selasa, 08 November 2011

Cinta dan Keikhlasan :)

selasa sore andri bertemu dengan wanita berkerudung merah muda disebuah pusat perbelanjaan tanpa ada perintah andri terus memandang wajah wanita tersebut " Subbahanallah begitu cantik dan anggunnya wanita itu" andri terus berjalan sambil memandangnya, tanpa sengaja andri menabrak sebuah dinding toko terdengar suara teriakan dari sudut kanan dan kiri dan terdengar juga celetukan dari seorang pemilik toko " kalo jalan liat² dong bang!" andri hanya tersenyum malu. andri berdiri dia tidak lagi melihat sosok wanita berkerudung merah muda yang dia lihat disepanjang jalan tadi, andri bertanya dalam hati " wah kemana wanita nan cantik rupawan itu tadi ya?" andri berdoa "ya Tuhan pertemukan aku dengan dirinya lagi" tak lama kemudian terdengar suara teriakan " andri... andri... andri... sini" rupanya suara tersebut berasal dari lantai atas dan ternyata yang berteriak itu adalah ade, ade adalah teman andri dia berasal dari Cianjur jawa barat ade Bengkulu tinggal dengan neneknya karena dia sudah menjadi yatim piatu sejak kecil. andri dan ade selalu kompak dalam segala hal tetapi ade tidak pernah menceritakan soal pribadinya kepada andri entah dasar apa dia tidak mau bercerita soal itu kepada andri. selain mereka bersahabat dari kecil mereka juga dari kecil 1 sekolah dan kelas bahkan mereka satu kampus walaupun beda jurusan, andri mengambil jurusan sastra inggris dan ade mengambil jurusan ilmu komunikasi.
tanpa banyak bicara andri langsung menuju keatas dan menghampiri ade " sorry bro agak telat karena ada sedikit masalah dibawah" andri menyampaikan alasannnya dan permintaan maafnya kepada ade."gpp ko ndri, lagian saya teh juga baru nyampe, ohya ndri apa yang bisa saya bantu? " tanya ade kepada andri.... andri tidak mendengar pertanyaan ade karena sejak tadi andri termenung dan memikirkan gadis berkerudung merah muda tanpa andri sadari sejak tadi pula ade mencoba membuyarkan khayalannya.... " andri....andri.... hello.... kamu teh kenapa ndri?" sahut ade.... langsung saja andri menyadarkan diri dan terbangun dari khayalannya tentang gadis berkerudung merah muda. andripun hanya tersenyum malu " ya,ya,ya ada apa de?" tanya andri dengan gagapnya... " kamu teh kenapa ditanyain dari tadi eh malah ngelamun gitu?" tanya ade sambil menatap heramn.... " heheheheheh tahu ga de, barusan gue bertemu dengan bidadari nan cantik jelita, wajahnya seakan memancarkan cahaya dan badannya bak peraga wati, senyumnya alamakkkkkk...... sangat mempesona, ingin rasanya  gue berjalan dan menghabiskan malam bersamanya"
"hus, ngaur kamu ndri," tiba² ade memotong pembicaraan andri, lalu dia bertanya " trus kamu memanggilku kesini untuk apa?"
"gini de,lu bisa ga bantuin gue? gue ada tugas menerjemahkan tex ini, lu tau sendiri bahasa inggris gue gimana?" jawab andri
"mana? coba kulihat ndri?" ade meminta lembaran tek yang harus andri terjemahkan, ade juga bingung menerjemahkannya terlihat angka 11 terbentuk dikerutan keningnya, ade mencoba memutar otak tapi kelihatannya dia mulai kewalahan " wah ndri kayanya saya juga merasa sulit untuk menerjemahkannya"
"trus gimana dong de?" tanya andri dengan serius.... " mana dosennya killer lagi, husssssssffff"
lalu ade berfikir bagaimana caranya untuk menolong andri dan akhirnya ade mengeluarklan hpnya dari tas  ade menelpon seseorang " Assalammmualaikum" terdengar suara perempuan dari hp ade " walaikumsallam" sahut ade..

"aya naon atuh a??" tanya perempuan itu
"gini wi, aa teh bisa minta tolong teu? temannya aa ada tugas terjemahan dan dia merasa kesulitan dalam menyelesaikannya, wiwi teh bisa bantu? tanya ade
" insyaallah bisa a, kasih aja no hp wiwi ke dia ntar biar dia yang hubungi wiwi soal waktu dan tempat kita bertenmu"
"baiklah wi, haturnuhun nya"
"sami² a, assalammualaikum"
"walaikumsalam"
tanpa banyak bicara ade memberi andri sebuah no hp seseorang yang bukan lain temannya sendiri wiwi adalah teman ade dari kampungnya, wiwi adalah seorang mahasiswi di universitas ternama DiBengkulu dia mengambil pendidikan bahasa inggris. setelah ade memberi no hp wiwi kepada andri dia berpamitan untuk pergi karena ada urusan mendadak sebelum dia pergi dia berpesan " kamu hubungi aja no hp ini, insyaallah dia bisa bantu dan kamu kudu bersikap sopan kepadanya karena wiwi adalah teman baikku".. andri tersenyum dan berkata " aman bro, lu kaga use khawatir percaya de ma gue! thank bgt ya bro, lu emang sohib gue yang paling the best lah!" sambil andri menepuk pundak ade,
"sama² ndri" jawab ade sambil tersenyum dan mulai pergi meninggalkan andri.
taklama kemudian andri mencoba menghubungi wiwi dan mengatur tempat serta waktu untuk bertemu, akhirnya mereka sepakat bertemu esok hari ditokoh buku jam 2 siang.
entah mengapa usai menelpon wiwi hati andri berdegup dengan kencangnya serasa jantungnya mau copot, andri bingung dengan apa yang dia rasakan andri bertanya didalam hati " oh, Tuhan apa yang kurasakan ini? pertanda apakah?" andri menjadi penasaran dengan wiwi pemilik suara merdu tersebut dan cara bicaranya penuh kesopanan.... detik, menit dan jampun mulai berlalu serasa sangat lambat dan ingin rasanya andri memutar jam tersebut.  andri terus memikirkan wiwi sungguh andri sangat penasaran dengan sosok wanita yang memiliki suara lembut dan merdu ini...." oh tuhan, ada apa dengan diriku?" teriak andri,
kegelisahan terus menyapanya dan andripun tidak bisa berpikir dengan baik lagi,  lalu andri putuskan untuk pulang diapun meninggalkan pusat perbelanjaan tersebut dan pergi ke area parkir untuk mengambil motornya, setelah sampai dirumah diapun langsung kekamar dan merebahkan dirinya diatas ranjang... sekita suara wiwi serasa memanggilnya, dia hanya tersenyum dengan herannya " seistimewa apakah wanita ini sehingga menyulapku seperti ini?" lama andri berpikir ternyata jam sudah menunjukkan pukul 9 malam andripun berpikir untuk menelpon wiwi..... " malam ,wiwi" sebuah sapaan andri layangkan kepadanya dan dia menjawab " assalammualaikum, andri" andripun kaget andri lupa kalau dia ini wanita yang beda dengan wanita² yang andri kenal dulu , andripun menjawab " waalaikumsalam wi"
"ada apa ya ndri? kamu tlpon aku malam malam gini?" tanya wiwi dengan nada kantuk.
"maaf ya wi jika aku mengganggu kamu, aku cuma mau ingetin aja kalo besok jangan sampe lupa, ditoko buku jam 2 siang"
"ya ndri, insyaallah, terimakasih uda mengingatkan" jawabnya lagi.
"kaya nya kamu uda mau tidur ya? maaf sekali lagi jika aku mengganggu istirahat kamu, sampai jumpa besok wi! assalammualaikum"
"walaikumsalam"
sambil menutup telpon tiba tiba andri berteriak "YESSSS!!!!" ANDRIPUN Bingung ko dia bisa teriak andri mulai berfikir "wah, ada apa dengan diriku?" andri berfikir dan terus berfikir tak terasa rasa kantuk mulai menerpa dan andri tertidur dengan pulasnya.
keesokan harinya, andri terbangun dari tidurnya dia merasakan hal yang tidak biasa , dia merasakan kedamaian dalam jiwanya, hidupnya sangat berwarna sehingga tidak dapat terlukiskan. waktu menunjukan jam 10 pagi andri harus segera bergegas mandi karena jam 11 dia ada kelas, setelah mandi dan bersiap dia langsung mengambil tas dan segera meninggalkan kamar, dia berlari dengan cepatnya, tiba tiba ada suara yang manggilnya " andri...andri...ndri... makan dulu sayang " ternnyata itu suara mama dan andri menyahut " nanti dikampus aja ma, uda telat ni" langsung saja dia mulai melangkah lagi dan pergi menuju kampus, dengan motor gedenya, tampang keren dan pakaian rapi dia bergegas ke kampus dan tak heran banyak mahasiswi dikampusnya yang mengagumi dirinya.
sesampai dikampus dia langsung menuju kelas dan syukurnya dosen yang killer tidak masuk dikarenakan ada urusan keluarga dan mulai minggu depan akan ada dosen penggangti sementara. setelah andri tahu dosen tidak masuk lalu andri langsung tancap ke kantin karena perutnya suda perotes untuk diisi. andri melihat  ade disana dan menyapanya " hai bro, ngapain lu disini/" tanya andri
"aku lagi nungguin si nonna ndri, ada tugas yang belum dikerjakan"
"apa? nonna?? ngapain lu masih mau bantuin dia? cewe gatel gitu ati ati lu de, bisa bisa lu korban dia berikutnya" andri memberi saran kepada ade untuk berhati hati karena nonna adalah mantan pacarnya dia orangnya matrealistis, playgirl, dan pembohong.. itu si menurut dia..... andri putus dengannya karena andri mengira nonna hanya mencintai dompetnya saja, dan dia juga pernah ketahuan jalan dengan laki laki lain mulai saat itu andri sangat membencinya mendengar namanya saja andri muak.
"kamu teh ga boleh ngomong seperti itu ndri, biar begitu dia teman kita juga"
"lu aje yang temenan ama dia, gue mah ogahhhh" andri mengeluarkan kata kata dengan mimik wajah yang menyeramkan.
"sudah sudah, ohya ndri kamu sudah menghubungi wianne?
"wianne??? siapa tu?"
"wiwi"
"oh namanya wianne ya? jam 2 ini kami akan bertemu ditoko buku, ohya de gue jadi penasaran pengen cepat cepat ketemu wiwi mendengar suaranya aja bikin gue ga kuat heheh! mungkin lagu penasaran dari roma irama yang bisa melukis rasa yang gue rasakan saat ini..."
setelah ade mendengar curahan hati andri diapun terdiam seribu bahasa dia menyimpan ras cemburu tapi tidak dia perlihatkan, andri pun tidak tahu megapa temannya terdiam seakan ada setan yang merasuki ade.. andripun mencoba bertanya kepada ade " hei de, nape lu? ko lu diam aja? lu marah? apa wiwi itu cewe lu?" adepun langsung menjawab dengan gugupnya " bu...bu...bu..bkan ko ndri, wianne temenku bukan pacarku ko" andri merasa lega karena mendengar jawaban yang dia harapkan tak lama setelah mendengar jawaban ade ....tiba tiba " siang ndri, de! maaf ya de uda buat kamu menunggu lama" suara itu terdengar sangat manja dan andri melihat seorang wanita berdiri dibelakangnya, wanita yang menggunakan kerudung coklat dan menggunakan sepatu templek dan gamis yang anggun, andripun terkejut melihat wanita tersebut..ternya dia adalah nonna sang wanita yang pernah mengisi hari hari andri dan membuat hatinya terluka.tanpa berkata apapun andri langsung meninggalkan kantin rasa laparnyapun telah hilang seraya dia bertemu dengan nonna...
nonna memperlihatkan rahut wajah yang sedih "benerkan de, dia sangat membenciku... padahal dia tidak tahu apa yang telah terjadi, semua yang dia lihat dan rasaakan belum tentu benar"
"sudah jangan sedih lagi non, kamu tahu sendiri andri seperti apa? suatu saat jika yang kamu katakan benar semuanya pasti terbukti ko"
"tapi de, aku itu sudah tidak ada artinya lagi dimata andri, dia hanya mengganggap aku sebatas wanita yang hanya mencintai seseorang karena uang"
"hus... nyarios naon mateh teh,,, tos ah, katanya ada yang mau kamu tanyakan soal pelajaran, mana sini biar aku bantu?"
"ini de"
ade dan nonnapun saling sharing soal pelajaran yang mreka pelajari. ade dan nonna mengambil jurusan yang sama serta ade dan nonna merupakan teman dari kampungnya, nonna dan wianne masih ada hubungan keluarga tetapi antara keluarga nonna dan wianne terdapat kesalahpahaman, meskipun demikian nonna dan wianne tetap akur. "ini de aku masih bingung dengan soal no 2.. tolong jelaskan sekali lagi dong!" pinta nonna. adepun menjelaskan apa yang bisa dia jelaskan kepada nonna.... nonna kelihatannya gelisah dan tak focus memperhatikan penjelasan dari ade....

"aya naon na? kelihatanna bingung gitu?" tanya ae dengan heran
"gpp de, huuu btw bade kamana si andri? buruburu pisan kelihatannya?"
"ohhh si andri, dia mau ketemu wiwi"
"ketemu wiwi? sejak kapan dia kenal wiwi dan ada urusan apa?"
"ada tugas, dia minta bantuan wiwi untuk ngerjain... kenapa na??? sudah tenang aja....."
"ohhhh... ohya de kayanya aku harus buruburu pulang, nuhun nya !!!!!!" nonna langsung pergi meninggalkan ade, ade yg kebingungan atas tingkah laku nonna langsung berajak pergi....


dan ditempat yang lain tepatnya pas di toko buku........ andri yang datang lebih awal mencoba mencari wiwi, tapi tak ditemukan satu orangpun wanita didalam tokoh.... jam sudah menunjukan pukul  2 andripun mencoba untuk menelpon wiwi..... kringg.... kringgggg andri mendengar bunyi hp tapi tak tahu punya siapa dan dimatikan hpny suara kringg  itu pun ikut mati dan dia coba menelpon lagi suara kringpun terdengar lagi, dia menuju ke arah gadis yg sedang menolong anak kecil yg terjauh dan menangis karena diarah itu sumber suara kringgggg........ entah mimpi apa andri tadi malam dia seakan tak percaya ketika melihat sosok wanita yg ada dihadapannya.... "sungguh dunia ini sempit... ya tuhan engkau benar² menemukanku dengan bidadari itu, terimah kasi tuhan" ucap andri dalam hati.....
"assalammualaikum.... maaf apa anda wiwi?" andri mencoba menyapa gadis itu dan melemparkan sebungkus senyuman....
"walaikumsallam,,, ia bener aku wiwi.... kamu andri bukan?" sahut wiwi dengan ramah dan membalas bingkisan senyuman....
"iya betul sekali gue andri.... eh maksudnya aku andri heehehee"......
"apa yg bisa saya bantu?
"hemmm soal itu, sebaiknya kita cari tempat yg agak enakan untuk ngobrol kayanya disini kurang nyaman, bagaimana kita ke cafe sambil makan siang" tawar andri...
"baikla,"
andri dan wiwi menuju sebuah cafe dan memesan makan, setelah makan andripun menyodorkan selembar kertas kepada wiwi.. "maaf ni wi sebelumnya, aku uda lancang minta tolong kepadamu... baru kenal aja aku uda ngerepotin kamu"
"gpp ko ndri, sebagai sesama kita wajib untuk saling tolong menolong, siapa tahu nanti saya butuh bantuan bisa minta tolong ke kamu... suatu saat jika aku perlu kamu maukan menolong aku? tanya wiwi dengan senyum..
"owww jelas dong wi, aa andri pasti siap menolong de wiwi hehehehe" canda andri.... meraka berbincangbinacang dan wiwipun selesai menerjemahkan teks tersebut kurang dri 30 menit....
"alhamdulillah akhirnya selesai juga, ini ndri tugasnya!" wiwi menyodorkan lembaran kertas tapi andri tak mendengar dan merespon wiwi karena sejak tadi andri sibuk memperhatikan wiwi tanpa sadar wiwi  sejak tadi sudah menyelesaikan tugas dan mencoba membangunkan andri....
"andriiiii..... andriiiiii" sambil menepuk pundanya.... lantas andri kaget dan terbangun dari titik khayalannya....
"hehehhe, uda selesai wi?" tanya andri .. "ahamdulillah uda, ni tugasnya!!!!"
"makasih ya wi..."
"sama², ohya ndri uda sore ni aku belum sholat ashar, kita cari musolah dulu yuk..." wiwi mengajak andri untuk mencari tempat ibadah...
"musollah??????, baikla sepertinya dilantai 2 ada musollah.. kita kesana aja yukkkk....."
meraka peri kelantai 2, wiwi mulai mempersiapkan diri untuk mengambil wudhu....
"ndri kamu ga sholat?" tanya wiwi...
"ehhhh,,,, ya ini aku mau sholat ko wi, kamu duluan aja" andripun tersentuh hatinya sholat????? dia sejak kecil tidak mengenal sholat karena keluarganya tidak pernah memberi pendidikan agama, "ya tuhan, apa yg harus aku lakukan... aku malu... aku malu.... aku tak mengenal agamamu... aku tidak tahu sholat...... ya allah maafkan aku" andri berkata dalam hati dan matanya mulai berkaca..... andri memperhatikan gerak gerik wiwi dia sangat kagum dengan wanita ini karena wanita ini selain baik dia juga mengenal agama dan tuhannya... andri merasa malu pada wiwi........ tak lama kemudian terdengar "kamu uda selesai sholatnya ndri?" ternyata suara itu adalah suara wiwi.... "u..u...uda ko wi" andri terpaksa berbohong kepada wiwi karena dia merasa sangat malu jika wiwi tahu kalo dia tidak bisa sholat....
"oh baikla, kayanya hari uda semakin sore ndri, aku sebaiknya pulang..."
"aku anterin ya wi.."
"ga usa ndri, aku bisa pulang sendiri"
"gpp ko, hitung² ucapan terima kasihku padamu"
"hemm, baiklah" merekapun langsung pulang dan andri mengantar wiwi tepat didepan kosan dan andri kaget ketika berada didepan kosan wiwi ternyata wiwi satu kosan dengan nonna, tetapi mengapa selama ini dia ga ngeliat wiwi ya... entahlah andri pusing jika memikirkan nonna....
"terima kasih ya ndri' sahut wiwi...
"ya sama²"
"assalammualaikum"
"walaikumsalam" andri langsung pergi meninggalkan wiwi dan dia ternyata tidak langsung pulang dia menujuh rumah sederhana dipinggir kota, rumah ade yg dia tuju......


"assalammualaikum............................................" teriak andri dengan kerasnya...
"walaikumsalam" terdengar suara dari dalam rumah, ternyata neneknya ade yg membuka pintu dan nenek terkejut dia tak menyangka andri bisa mengucap salam, biasanya dia memanggil ade dan terkadang langsung nyelonong masuk...
"subhanallah, ternyata andri..... alhamdulillah akhirnya bisa ngucap salam juga kamu" canda nenek sambil tertawa kecil...
"ade ada nek?"
"ada, dia lg tidur kayanya.. masuk aja" andri menuju kamar ade dan dia menemukan seorang lelaki yg sedang tertidur pulas.....
"de... ade... uyyyyy........................." tapi ade tak kunjung bangun walaupun andri sudah mencoba membangunkannya,,, diatas mejah diliatnya ada sebuah seruling dan didekatkannya suling itu ke telinga ade.... suittt suittt bunyi keras terdengar sepontan saja ade terbangun " yassalammm.. ada apa ini?" ade terbangun dan terkejut,,,,
"hahahahhahaha,,,,,, lucu juga ekspresi lu de, bisa diulang kaga?"
"hemm, kamu ndri? aku pikir tadi suara apaan? iseng banget si kamu!"
"lagian dari tadi gue bangunin ga bangun bangun juga dasar kebo lu"
"ohhh.. hehehe kaya kamu ga aja deh, btw ada apa ni?" ade bertanya seraya membuka lebar mulutnya..
"de, masih inget dengan bidadai yang gue ceritain kemarin waktu dimall ga?" andri bertanya dengan antusias
"yang mana ya ndri??? lupa akunya!"
"yg kemarin de, masa ga inget sih.. langsung aja ni ya ternyata bidadari yang gue temui kemarin itu wiwi deh, gue seneng banget n gue datang mari gue mau say thank ma lu karena lu perantara tuhan untuk menemukan kami, deh gue seneng banget kayanya wiwi jodoh gue dah" andri bercerita dengan semangatnya,
ade sangat terkejut saat andri mengatakan bahwa bidadari yang dia temui kemarin sore adalah wianne (wiwi) adepun tak menghiraukan perkataan andri dia berdiri sejenak lalu pergi kekamar mandi, andri heran melihat prilaku ade. ketika ade keluar dari kamar mandi spontan saja andri berkata " ada apa de? ada yang salah dengan perkattaan gue? apa lu kaga suka gue deketin wiwi? apa wiwi cewe lu? "
ade menjawab dengan tegas " buka!!! wiwi bukan pacarku! dia teman baikku, sudah lupakan aku pergi kekamar mandi untuk ambil wudhu, kamu ga dengar adzan uda berkumandang?" ade mengalihkan pembicaraan tetapi didalam hatinya dia tidak terima kalo wiwi didekati oleh andri karena dari sejak dulu ade memendam rasa cinta terhadap wiwi dan dia tidak punya cukup nyali untuk mengungkapkannya.

keesokan harinya ade bertemu dengan nonna dikampus dan ade menceritakan apa saja yang telah dia dengar dari andri dan ade meminta nonna untuk memberi tahu wiwi segala sesuatu tentang andri dan ade meminta nonna untuk bicara kepada wiwi agar wiwi menjauhi andri karena wiwi tidak pantas untuk andri.
"begitu ceritanya non, aku ga mau wiwi mendapatkan laki laki seperti andri, kamu tahu sendirikan andri seperti apa?"
"ga ah de, biar gimanapun wiwi sepupu aku, menurut aku andri orang yang baik wiwi pantas mendapatkannya " nonna berkata sambil tersenyum walaupun hatinya terluka.....
" tapi diakan????" sahut ade lagi...
" ga de, yang aku rasakan ke andri itu sayang bukan rasa ingin memiliki, jika andri nyaman dengan wiwi aku ikut senang! jika andri benar benar jadian ma wiwi itu bisa jadi peluang baik untuk memperbaiki hubungan silaturahmi antara aku dan andri "
setelah mendengar kata kata dari nonna ade langsung saja meninggalkan nonna yang sedang duduk di sebuah kelas...
" mau kemana de?" teriak nonna.
" mau menyepi!!!!" ade pergi kesalah satu objek wisata ternama dibengkulu yaitu pantai panjang, tidak puas dia disana ade pergi ke Benteng  marlborough disana dia termenung dan memikirkan apa yang harus dia lakukan, disatu sisi dia sangat mencintai wiwi dan disatu sisi dia sudah berbohong kepada sahabatnya kalo dia tidak mencintai wiwi, ade bingun !!! dia berfikir untuk mengungkapkan segala isi hatinya kepada wiwi.. langsung dia beranjak dari pikirannya dan dia berdiri terus pergi menuju kosan wiwi dengan niat yang bulat untuk mengungkapkan isi hatinya tersebut... " bismillah aja deh,," kata ade sambil melebarkan senyuman.. ade berharap wiwi juga menyukainya karena dia dan wiwi sudah berteman dengan dari dulu semoga saja dari pertemanan tersebut wiwi memiliki sedikit rasa suka terhadapnya.. ade sangat gembira dengan membawa motor bebek yang sangat sederhana diapun tiba didepan kosan wiwi, dia sangat terkejut saat mendapati sebuah motor gede yang sangat mewah berada didepan kosan, disana dia melihat andri sedang berbincang bincang dengan wiwi, wiwi kelihatannya sangat terhibur dengan kedatangan andri mereka bercanda ketika itu wiwi melihat kedatangan ade... " a' ngapain disana? sini gabung! " pantau wiwi dari jauh.
" nuhun wi, aa lagi cari nonna kelihatannya dia ga ada dirumah, a langsung pulang aja karena ada tugas yg harus diselesaikan " ade langsung meninggalkan kosan wiwi dengan raut wajah muram.
sedangkan wiwi dan andri tetap asyik berbincang².. hari demi hari telah mereka lewati wiwipun menaruh rasa kagum karena dia menganggap bahwa andri seorang lelaki yang sopan dan alim. tetapi wiwi tidak tahu bahwa sikap dan prilaku andri hanya untuk memikat simpati wiwi, andri berpura² sopan dan alim padahal sebenarnya andri tidak mengerti dan tidak mengenal agama tetapi demi memikat hati wiwi dia berbohong tentang dirinya sendiri, " sepertinya wiwi semakin dekat aja ama gue " ucap andri didalam hati...

Jumat, 04 November 2011

kerinduan yang terdalam < just for papa >

sejak kepergian papa dari hidupku berubah 180 derajat, aku berjuang berdua dengan ibu.. hidup dalam kondisi yang serba sulit dan ibu bekerja sebagai buru cuci dan aku bekerja sebagai peagang keliling, walau demikian aku tetap bersekolah seperti yang lainnya....


siang hari tepat jam 13.00 bel berbunyi 4X yg menandakan jam pulang, aku pulang bersama teman teman dengan menumpang sebuah angkot, didalam angkot aku merasa sangat senang karena bisa bercengkrama oleh teman teman dan saling bertukar cerita.dan sampailah digang kecil
"kiri...kiri" sahut ku dengan lembutnya, pak sopirpun memberhentikan angkotnya tepat digang rumahku, aku keluar dari anggkot sambil melambaikan tanganku ..... " terima kasih pak" sahutku lagi dengan ramahnya,,,
"sama sama neng" jawa sang sopir sambil menebarkan senyuman tanda keakraban antara penumpang dan pengemudi. akupun langsung mengayunkan kai menuju rumah sambil berlari kecil dan bernyanyi...
"senang riang... lalalalal.... hohohoho" senumku tak pernah padam dan siapa saja yang lewat tak segan segan aku lempar senyuman khasku hingga membuat siapa yg lewat selalu menegur...

"assalammualaikum, bu... ibu... Rasya pulang bu" aku berteriak memanggil ibu dari depan.... namun aku tak mendapat jawaban aku berkata didalam hati " ibu kemana ya? aduh uda siang gini ko ibu belum pulang"
sambil menunggu ibu pulang aku seger mengganti seragamku dengan bau harian yg biasa aku gunakan...
"duh ibu kemana ya? aku uda laper banget ni seharian belum makan apa apa, mana sebentar lari harus jualan" aku mengeluh sambil ku buka tudung nasi yang ternyata tidak ada apa apa didalamnya....

"assalammualaikum,,,, Sya kamu uda pulang ya nak? ini ibu bawakan nasi bungus buat kamu karena ibu tidak maak apa apa hari ini" ibu menyodorkan sebungks nasi kepadaku.
"ibu sendiri uda makan?" tanyaku kepada sosok malaikat pelindung....
"uda nak, ini kamu makan saja kamu pasti laparkan?" jawab ibu dengan lemasanya... aku tahu pasti ibu belum makan karena kelihatan dari raut waahnya yang letih an berkerut...
"kita makan berdua yu bu, Sya tahu pasti ibu belum makan, nanti ibu sakit loh....." mataku berkaca ketika kami berdua makan dalam sebungkus nasi... ibu kelihatannya sangat letih sekali karena kurang lebih 4 rumah yg biasanya ibu datangi untuk mengais rezeki demi membesarkan buah hatinya....
"ya Tuhan, semoga jualan aku hari ini banyak yang beli karena aku ingin sekali mengurangi beban ibu, aku ga mau ngeliat dia seperti ini terus.. aku ingin membuat sebuah senyuman di bibirnya" doau dalam hati.....
"Sya sholat dzuhur dulu ya nak," ibu mengingatkanku untuk beribadah kepada Allah..
"ya bu, ini syah uda ngambil wudhu.. ibu sendiri uda sholat?"
"uda sya, tadi ibu sholat dirumah tante lina, habis sholat istirahat sejenak lalu pergi jualan ya sayang."
"ok... bossss" sahutku dari dalam kamar yg kecil tapi rapi.

setelah sholat dan beristirahat "bu, sya pergi ya, doain moga jualannya habis"
"ya nak, ibu pasti mendoakan"
"assalammualaikum" sambilku cium tangan ibu yang masih terasa dingin karena dari pagi begelut dengan air untuk mencuci helai demi helai pakaian demi mendapatkan imbalan rupiah..
"walaikumsalam" jawab ibu dengan lembutnya....
sinar mentari sedikt redup karena hari mulai beranjak sore,,, akupun langsung bergegas pergi menuju pantai karena aku harus ada di pantai sebelum jam 15.00... aku berharap layang-layangku habis terjual....
sesampai dipantai akupun langsung merentangkan semua layang-layangku, orang orangpun mulai berkerumunan mendatangi pantai, alhamdulillah sudah 3 orang yang mebeli layang layangku mereka membayar dengan harga yang sagat funtastis 1 layang layang dihargai 2X harga biasa Alhamdulillah....
"neng, layang layangnya berapa?" tanya seorang bapak separuh baya yang bertubuh tegap dan berkumis tipis, dia membawa seorang anak kecil yang lucu.
"15rb pak, ini warnanya banyak dan bentuknya beraneka ragam" aku menjelaskan kepada bapak itudan menawari beberapa jenis layang layang.
"bapak ambil yang ini aja neng... 2 ya" bapak itu menyodrkan 1 lembar uang kertas biru.
"wah pak uangnya gede, ada uang pas pak? karena aku ga punya kembaliannya"
"ambil aja neng kembaliannya" bapak itu lalu pergi....
"terimakasih ya pak" teriakku dari jauh. aku sangat kegirangan karena layang layangku banyak yg laku.....

"pa.... papa... papa....... "terdengar teriakan yg tak tau dari mana arahnya. aku mencoba mencari sumber teriakan itu ternyata ada ibu yag setengah baya sedang mencari suaminya...
"neng....neng...." panggil ibu itu sambil melmabakan tangannya.
"ada apa bu?" tanyaku sambil menghampirinya.
"kamu liat ada bapak bapak dan anak laki laki kecil lewat sini neng?" tanya ibu itu sambil meminta pertolongan.
"iya bu, tadi ada bapak yang lewat sini. kalo ga salah dia pergi kearah sana" aku meunjuk pusat perlayangan disebelah kanan pantai... ibu itu melihat kearah itu " oh itu mereka, terimakasih ya neng"
"sama sama bu" senyumku selalu terpancar....
"pa...papa... adit... dit mama disini" teriak ibu itu....

haripun mulai beranjak senja akupun berbenah untuk membawa layang layang pulang, aku bersyukur sekali karena hari ini layang layangku larisssssss......... aku berlari pelan dan selalu bersyukur didalam hati "alhamdulillah ya Allah" tiba tiba disetengah perjalanan aku terhenti " astaghfirullah,,, aku belum sholat ashar, ya sekarangkan uda mulai maghrib.. maafkan aku ya allah" dan akupun langsung berlari menuju rumah dan sesampai dirumah adzanpn berkemundang tepat jam 18.05....


bersambung........................................................................

Minggu, 16 Oktober 2011

Phonology (from Ancient Greek: φωνή, phōnḗ, "voice, sound" and λόγος, lógos, "word, speech, subject of discussion") is, broadly speaking, the subdiscipline of linguistics concerned with the sounds of language.That is, it is the systematic use of sound to encode meaning in any spoken human language, or the field of linguistics studying this use.n more narrow terms, "phonology proper is concerned with the function, behaviour and organization of sounds as linguistic items".ust as a language has syntax and vocabulary, it also has a phonology in the sense of a sound system. When describing the formal area of study, the term typically describes linguistic analysis either beneath the word (e.g., syllable, onset and rhyme, phoneme, articulatory gestures, articulatory feature, mora, etc.) or to units at all levels of language that are thought to structure sound for conveying linguistic meaning. Phonology is viewed as the subfield of linguistics that deals with the soundlanguages. It should be carefully distinguished from phonetics. Whereas phonetics concerns the physical production, acoustic transmission and perception of the sounds of speech,phonology describes the way sounds function within a given language or across languages to encode meaning. In other words, phonetics is a type of descriptive linguistics, whereas phonology is a type of theoretical linguistics. Note that this distinction was not always made in linguistics, particularly before the development of the modern concept of phoneme in the mid 20th century. Some subfields of modern phonology have a crossover with phonetics in the interface with descriptive disciplines such as psycholinguistics and speech perception, resulting in specific areas like articulatory phonology or laboratory phonology. systems of

An important part of traditional forms of phonology has been studying which sounds can be grouped into distinctive units within a language; these units are known as phonemes. For example, in English, the [p] sound in pot is aspirated (pronounced [pʰ]), while the word- and syllable-final [p] in soup is not aspirated (indeed, it might be realized as a glottal stop). However, English speakers intuitively treat both sounds as variations (allophones) of the same phonological category, that is, of the phoneme /p/. Traditionally, it would be argued that if a word-initial aspirated [p] were interchanged with the word-final unaspirated [p] in soup, they would still be perceived by native speakers of English as "the same" /p/. However,there are languages where aspiration and non-aspiration distinguish words. Although some sort of "sameness" of these two sounds holds in English, it is not universal and may be absent in other languages. For example, in Thai, Hindi, and Quechua, aspiration and non-aspiration differentiates phonemes: that is, there are word pairs that differ only in this feature (there are minimal pairs differing only in aspiration).
In addition to the minimal units that can serve the purpose of differentiating meaning (the phonemes), phonology studies how sounds alternate, i.e. replace one another in different forms of the same morpheme (allomorphs), as well as, e.g., syllable structure, stress, accent, and intonation.
The principles of phonological theory have also been applied to the analysis of sign languages, even though the sub-lexical units are not instantiated as speech sounds. The principles of phonological analysis can be applied independently of modality because they are designed to serve as general analytical tools, not language-specific ones. On the other hand, it must be noted, it is difficult to analyze phonologically a language one does not speak, and most phonological analysis takes place with recourse to phonetic information.

The writing systems of some languages are based on the phonemic principle of having one letter (or combination of letters) per phoneme and vice-versa. Ideally, speakers can correctly write whatever they can say, and can correctly read anything that is written. However in English, different spellings can be used for the same phoneme (e.g., rude and food have the same vowel sounds), and the same letter (or combination of letters) can represent different phonemes (e.g., the "th" consonant sounds of thin and this are different). In order to avoid this confusion based on orthography, phonologists represent phonemes by writing them between two slashes: " / / ". On the other hand, reference to variations of phonemes or attempts at representing actual speech sounds are usually enclosed by square brackets: " [ ] ". While the letters between slashes may be based on spelling conventions, the letters between square brackets are usually the International Phonetic Alphabet (IPA) or some other phonetic transcription system. Additionally, angled brackets "
Part of the phonological study of a language involves looking at data (phonetic transcriptions of the speech of native speakers) and trying to deduce what the underlying phonemes are and what the sound inventory of the language is. Even though a language may make distinctions between a small number of phonemes, speakers actually produce many more phonetic sounds. Thus, a phoneme in a particular language can be instantiated in many ways.
Traditionally, looking for minimal pairs forms part of the research in studying the phoneme inventory of a language. A minimal pair is a pair of words from the same language, that differ by only a single categorical sound, and that are recognized by speakers as being two different words. When there is a minimal pair, the two sounds are said to be examples of realizations of distinct phonemes. However, since it is often impossible to detect or agree to the existence of all the possible phonemes of a language with this method, other approaches are used as well.

f two similar sounds do not belong to separate phonemes, they are called allophones of the same underlying phoneme. For instance, voiceless stops (/p/, /t/, /k/) can be aspirated. In English, voiceless stops at the beginning of a stressed syllable (but not after /s/) are aspirated, whereas after /s/ they are not aspirated. This can be seen by putting the fingers right in front of the lips and noticing the difference in breathiness in saying pin versus spin. There is no English word pin that starts with an unaspirated p, therefore in English, aspirated [pʰ] (the [ʰ] means aspirated) and unaspirated [p] are allophones of the same phoneme /p/. This is an example of a complementary distribution.
The /t/ sounds in the words tub, stub, but, butter, and button are all pronounced differently in American English, yet are all intuited to be of "the same sound", therefore they constitute another example of allophones of the same phoneme in English. However, an intuition such as this could be interpreted as a function of post-lexical recognition of the sounds. That is, all are seen as examples of English /t/ once the word itself has been recognized.
The findings and insights of speech perception and articulation research complicates this idea of interchangeable allophones being perceived as the same phoneme, no matter how attractive it might be for linguists who wish to rely on the intuitions of native speakers. First, interchanged allophones of the same phoneme can result in unrecognizable words. Second, actual speech, even at a word level, is highly co-articulated, so it is problematic to think that one can splice words into simple segments without affecting speech perception. In other words, interchanging allophones is a nice idea for intuitive linguistics, but it turns out that this idea cannot transcend what co-articulation actually does to spoken sounds. Yet human speech perception is so robust and versatile (happening under various conditions) because, in part, it can deal with such co-articulation.
There are different methods for determining why allophones should fall categorically under a specified phoneme. Counter-intuitively, the principle of phonetic similarity is not always used. This tends to make the phoneme seem abstracted away from the phonetic realities of speech. It should be remembered that, just because allophones can be grouped under phonemes for the purpose of linguistic analysis, this does not necessarily mean that this is an actual process in the way the human brain processes a language. On the other hand, it could be pointed out that some sort of analytic notion of a language beneath the word level is usual if the language is written alphabetically. So one could also speak of a phonology of reading and writing.

The particular sounds which are phonemic in a language can change over time. At one time, [f] and [v] were allophones in English, but these later changed into separate phonemes. This is one of the main factors of historical change of languages as described in historical linguistics.

Other topics in phonology

Phonology also includes topics such as phonotactics (the phonological constraints on what sounds can appear in what positions in a given language) and phonological alternation (how the pronunciation of a sound changes through the application of phonological rules, sometimes in a given order which can be feeding or bleeding, as well as prosody, the study of suprasegmentals and topics such as stress and intonation.

 Development of the field

In ancient India, the Sanskrit grammarian Pāṇini (4th century BC) in his text of Sanskrit phonology, the Shiva Sutras, discusses something like the concepts of the phoneme, the morpheme and the root. The Shiva SutrasAṣṭādhyāyī. The notational system introduces different clusters of phonemes that serve special roles in the morphology of Sanskrit, and are referred to throughout the text. describe a phonemic notational system in the fourteen initial lines of the
The Polish scholar Jan Baudouin de Courtenay, (together with his former student Mikołaj Kruszewski) coined the word phoneme in 1876, and his work, though often unacknowledged, is considered to be the starting point of modern phonology. He worked not only on the theory of the phoneme but also on phonetic alternations (i.e., what is now called allophony and morphophonology). His influence on Ferdinand de Saussure was also significant.
Prince Nikolai Trubetzkoy's posthumously published work, the Principles of Phonology (1939), is considered the foundation of the Prague School of phonology. Directly influenced by Baudouin de Courtenay, Trubetzkoy is considered the founder of morphophonology, though morphophonology was first recognized by Baudouin de Courtenay. Trubetzkoy split phonology into phonemics and archiphonemics; the former has had more influence than the latter. Another important figure in the Prague School was Roman Jakobson, who was one of the most prominent linguists of the 20th century.
In 1968 Noam Chomsky and Morris Halle published The Sound Pattern of English (SPE), the basis for Generative Phonology. In this view, phonological representations are sequences of segments made up of distinctive features. These features were an expansion of earlier work by Roman Jakobson, Gunnar Fant, and Morris Halle. The features describe aspects of articulation and perception, are from a universally fixed set, and have the binary values + or −. There are at least two levels of representation: underlying representationunderlying representation is transformed into the actual pronunciation (the so called surface form). An important consequence of the influence SPE had on phonological theory was the downplaying of the syllable and the emphasis on segments. Furthermore, the Generativists folded morphophonology into phonology, which both solved and created problems. and surface phonetic representation. Ordered phonological rules govern how
Natural Phonology was a theory based on the publications of its proponent David Stampe in 1969 and (more explicitly) in 1979. In this view, phonology is based on a set of universal phonological processes which interact with one another; which ones are active and which are suppressed are language-specific. Rather than acting on segments, phonological processes act on distinctive features within prosodic groups. Prosodic groups can be as small as a part of a syllable or as large as an entire utterance. Phonological processes are unordered with respect to each other and apply simultaneously (though the output of one process may be the input to another). The second-most prominent Natural Phonologist is Stampe's wife, Patricia Donegan; there are many Natural Phonologists in Europe, though also a few others in the U.S., such as Geoffrey Nathan. The principles of Natural Phonology were extended to morphology by Wolfgang U. Dressler, who founded Natural Morphology.
In 1976 John Goldsmith introduced autosegmental phonology. Phonological phenomena are no longer seen as operating on one linear sequence of segments, called phonemes or feature combinations, but rather as involving some parallel sequences of features which reside on multiple tiers. Autosegmental phonology later evolved into Feature Geometry, which became the standard theory of representation for the theories of the organization of phonology as different as Lexical Phonology and Optimality Theory.
Government Phonology, which originated in the early 1980s as an attempt to unify theoretical notions of syntactic and phonological structures, is based on the notion that all languages necessarily follow a small set of principles and vary according to their selection of certain binary parameters. That is, all languages' phonological structures are essentially the same, but there is restricted variation that accounts for differences in surface realizations. Principles are held to be inviolable, though parameters may sometimes come into conflict. Prominent figures include Jonathan Kaye, Jean Lowenstamm, Jean-Roger Vergnaud, Monik Charette, John Harris, and many others.
In a course at the LSA summer institute in 1991, Alan Prince and Paul Smolensky developed Optimality Theory — an overall architecture for phonology according to which languages choose a pronunciation of a word that best satisfies a list of constraints which is ordered by importance: a lower-ranked constraint can be violated when the violation is necessary in order to obey a higher-ranked constraint. The approach was soon extended to morphology by John McCarthy and Alan Prince, and has become a dominant trend in phonology. Though this usually goes unacknowledged, Optimality Theory was strongly influenced by Natural Phonology; both view phonology in terms of constraints on speakers and their production, though these constraints are formalized in very different ways. The appeal to phonetic grounding of constraints in various approaches has been criticized by proponents of 'substance-free phonology'
Broadly speaking government phonology (or its descendant, strict-CV phonology) has a greater following in the United Kingdom, whereas optimality theory is predominant in North America.



Syntax

1.
Linguistics .
a.
the study of the rules for the formation of grammatical sentences in a language.
b.
the study of the patterns of formation of sentences and phrases from words.
c.
the rules or patterns so studied: English syntax.
d.
a presentation of these: a syntax of English.
e.
an instance of these: the syntax of a sentence.
2.
Logic .
a.
that branch of modern logic that studies the various kinds of signs that occur in a system and the possible arrangements of those signs, complete abstraction being made of the meaning of the signs.
b.
the outcome of such a study when directed upon a specified language.
3.
a system or orderly arrangement.
4.
Computers . the grammatical rules and structural patterns governing the ordered use of appropriate words and symbols for issuing commands, writing code, etc., in a particular software application or programming language.
 
1. the branch of linguistics that deals with the grammatical arrangement of words and morphemes in the sentences of a language or of languages in general
2. the totality of facts about the grammatical arrangement of words in a language
3. a systematic statement of the rules governing the grammatical arrangement of words and morphemes in a language
4. logic  a systematic statement of the rules governing the properly formed formulas of a logical system
5. any orderly arrangement or system
 
[C17: from Late Latin syntaxis,  from Greek suntaxis,  from suntassein  to put in order, from syn-  + tassein  to arrange]
 
 

syntax definition

language
 The structure of valid strings in a given language, as described by a grammar. For example, the syntax of a binary number could be expressed as
binary_number = bit [ binary_number ]
bit = "0" | "1"
meaning that a binary number is a bit optionally followed by a binary number and a bit is a literal zero or one digit.
The meaning of the language is given by its semantics.
See also abstract syntax, concrete syntax.